Eskalasi Data Pemilih Berkelanjutan Terhadap Kualitas Daftar Pemilih Kota Jakarta Timur

Penulis : Heru Muharto

Jakarta (9/5/21) – Data Pemilih menjadi hal yang fenomenal pada pemilu di Indonesia dari daftar pemilih nasib peserta kontestasi politik pada event Pemilihan Umum ditentukan, bahkan menjadi sorotan hingga selesai proses pemungutan dan penghitungan suara. Beberapa waktu lalu KPU Kota Jakarta Timur melakukan rapat koordinasi terkait pemutakhiran Data Pemilih periode April 2021 yang dihadiri para partai Politik peserta Pemilu Tahun 2019 dan para stakeholders di Kota Jakarta Timur kegiatam ini dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut dari Surat Ketua KPU RI terkait pelaksanaan pemutakhiran daftar pemilih, yang kemudian akan dilakukan setiap 3 (tiga) bulan dan tentunya kegiatan akan meningkat karena KPU Jakarta Timur dapat menerima tanggapan masyarakat tentang pemutakhiran data pemilih sesuai dengan arahan surat tersebut.

Terjadi kenaikan terhadap angka pemilih dikota Jakarta Timur kurang lebih sebanyak 1 % pada pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan April 2021 kemarin,  menurut Tedi Kurnia Anggota KPU Kota Jakarta TImur Divisi Pemutakhira Daftar Pemilih kenaikan tersebut disebabkan oleh adanya pergeseran angka pemilih dari kategori pendatang dan pemula yang merupakan elemen data pemilih baru memang tidak signifikan namun menjadi sebuah langkah awal dalam peningkatan kualitas daftar pemilih Kota Jakarta Timur. KPU Kota Jakarta Timur selaku penyelenggara Pemilihan Umum ditingkat Kota Jakarta Timur terus menghimbau kepada masyarakat untuk bersama mensukseskan pemilihan umum dengan memeriksa apakah namanya sudah terdaftar atau belum dengan cara mengakses media sosial KPU Kota Jakarta Timur atau website https://jakartatimurkota.kpu.go.id.

Pola-pola pemutakhiran dilakukan dengan tersturktur dan rapih untuk memudahkan KPU Kota Jakarta Timur melacak data dan administrasi dalam kegiatan pemutakhiran data pemilih, walaupun terkadang masih ada kendala dalam prosesnya yang membutuhkan koordinasi lebih dengan sudin kependudukan dan catatan sipil kota Administrasi Jakarta Timur. hal tersebut dilakukan untuk eskalasi yang lebih dalam rangka persiapan Pemilu Tahun 2014, sebagai tindak lanjut KPU Kota Jakarta Timur membuka tanggapan masyarakat terkait dengan pemutakhiran data pemilih untuk pendataan pemilih yang ingin melakukan perubahan data dan mandaftarkan diri sebagai pemilih jika belum terdaftar dengan melampirkan dokumen kependudukan seperti KTP elektronik dan Kartu Keluarga.

Dalam pemilu di Indonesia menurut sebagian orang Golput memang salah satu pilihan dalam demokrasi. Namun hal tersebut tidak bisa dijadikan sebagai angka partisipasi politik mngapa demikian terlepas dari beberapa orang atau komunitas yang menyuarakan absennya mereka dalam pemilu, terdapat studi yang memperlihatkan kalau kita masyarakat sebenarnya malu untuk dianggap Golput.

Dalam studi yang dilansir oleh liputan 6,com dihelat menjelang pemilu 2012 di AS oleh tiga periset dari Harvard University, para periset mengirimi 700.000 orang calon pemilih sebuah surat. Surat ini terbagi dua, pertama adalah surat yang mendorong mereka untuk nyoblos, dan kedua adalah surat yang sama namun ada sedikit kejutan. Terdapat tulisan “Kami akan meneleponmu pasca pemilu untuk ngobrol-ngobrol soal pengalaman nyoblosmu.” Surat dengan jenis kedua ternyata tiga kali lebih efektif ketimbang surat biasa tanpa ‘kejutan’. Hal ini disebut oleh para periset sebagai “keprihatinan terhadap reputasi diri.” Ini merupakan gagasan di mana seseorang akan lebih terdorong melakukan sesuatu ketika mereka diamati. Dengan kata lain, orang-orang takut dicap sebagai golput. Maka KPU Kota Jakarta Timur terus melakukan perbaikan-perbaikan derhadap pelayanan dan system pengolahan data untuk kualitas Daftar Pemilih yang lebih baik akurat dan akuntabel.

Previous articleRapat Koordinasi Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) di Bawaslu Kota Jakarta Timur
Next articleKPU Kota Jakarta Timur Menggelar Halal Bihalal 1442 H