Rabu (19/05/2021) KPU Kota Jakarta Timur menggelar acara Halal Bihalal , acara dilaksanakan secara internal dimulai pukul 09.30 WIB dengan mengundang seluruh Pimpinan dan Pegawai Kesektariatan. Selain pihak internal, KPU Kota Jakarta Timur juga mengundang perwakilan KPU DKI Jakarta, adapun yang hadir mewakili KPU DKI Jakarta adalah Anggota KPU DKI Nurdin dan Koordinator PDOS Suharyono.

Acara Halal Bihalal lazim dilaksanakan selepas merayakan salat idul fitri. Istilah Halal Bihalal memang hanya dikenal di Indonesia. Ketua KPU Kota Jakarta Timur, Wage Wardana menekankan 3 Hal dalam Sambutannya yaitu, meninjau halal Bihalal dari aspek Sejarah, yg menekankan pada cara dan esensi. Cara yang dimaksud adalah, halal Bihalal bermula dari diskusi Presiden Soekarno dan KH. Wahab Chasbullah dalam rangka silaturahmi dan saling memaafkan antar elite politik. Halal Bihalal sendiri dipandang sebagai Cara mendamaikan dan mendinginkan suhu politik. Secara esensi, halal bihalal adalah saling memaafkan diantara sesama manusia, agar kembali mendapat hakikat fitri. Diakhir sambutan ia tak lupa memohon maaf lahir batin dan mengajak semua untuk saling memaafkan.

Penceramah, Ustadz Suhanda menyampaikan beberapa hal mengenai uraian hikmah halal bihalal, selain memang menyampaikan pentingnya saling memaafkan, juga ia menyampaikan hadis mengenai halal bihalal. poin lain yang dibahas adalah :
1. Ramadhan ini panggilan, karena yang dipanggil untuk puasa adalah orang yg beriman. Sehingga orang yang tidak beriman tidak mendapat seruan berpuasa,
2. Ramadhan ini ujian, ujian terhadap kualitas ibadah seseorang. Ramadhan adalah bulan insentif pahala meningkat, insentif tersebut untuk mengukur kualitas ibadah seseorang, yaitu
– Ibadah solat Pembuktian/ tolak ukur, apakah sebelum, masa puasa dan sesudah puasa ada peningkatan kualitas
– ibadah puasa, manusia dituntut untuk melaksanakan puasa yang sebenarnya, tidak hanya mulut Dan perut saja yang puasa, tapi seluruh anggota badan.
– Perilaku
3. Pembuktian ibadah pasca ramadhan, apakah ibadah lainnya meningkat, jalan ditempat atau menurun.

Acara ditutup dengan saling memaafkan diantara seluruh peserta halal bihalal.

Previous articleEskalasi Data Pemilih Berkelanjutan Terhadap Kualitas Daftar Pemilih Kota Jakarta Timur
Next articleWAGE WARDANA