KPU Kota Jakarta Timur Laksanakan Coktas PDPB Triwulan I untuk Pemutakhiran Data Pemilih Berkualitas
Jakarta - KPU Kota Jakarta Timur melaksanakan kegiatan Pencocokan dan Penelitian (Coktas) dalam rangka Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan I pada Selasa (31/3/2026). Kegiatan ini difokuskan pada pendataan pemilih dengan kategori khusus, meliputi pemilih lanjut usia berusia 100 tahun, pemilih berusia 17 tahun sebagai pemilih pemula, serta pemilih yang telah meninggal dunia. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KPU untuk menjaga kualitas daftar pemilih yang akurat, mutakhir, dan komprehensif.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara langsung oleh jajaran Komisioner bersama petugas coktas dari Sekretariat KPU Kota Jakarta Timur di sejumlah wilayah. Di Kelurahan Utan Kayu Utara dan Kelurahan Jatinegara Kaum, kegiatan dipimpin oleh Komisioner Carlos Kartika Yudha Paath bersama petugas coktas Triantoro dan Dwi Aprilina. Sementara itu, di Kelurahan Batu Ampar dan Kelurahan Tengah, kegiatan dilaksanakan oleh Komisioner Rio Verieza bersama Heru dan Angga. Adapun di Kelurahan Cijantung, kegiatan dipimpin oleh Komisioner Fahrur Rohman bersama Nahrul dan Titok Eko.
Dalam pelaksanaan di lapangan, kegiatan ini juga mendapat perhatian dan monitoring langsung dari Ketua KPU Provinsi Daerah Khusus Jakarta, Wahyu Dinata. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan sekaligus pengawasan terhadap pelaksanaan pemutakhiran data pemilih agar berjalan sesuai dengan prosedur dan menghasilkan data yang berkualitas.
Komisioner KPU Kota Jakarta Timur, Carlos Kartika Yudha Paath, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan keakuratan data pemilih di lapangan. “Melalui kegiatan coktas ini, kami memastikan bahwa data pemilih benar-benar sesuai dengan kondisi faktual, termasuk pemilih lansia, pemilih pemula, serta pembaruan data bagi pemilih yang telah meninggal dunia,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Komisioner Rio Verieza yang menekankan pentingnya pemutakhiran data secara berkelanjutan. “PDPB merupakan instrumen penting dalam menjaga integritas data pemilih. Dengan turun langsung ke lapangan, kami dapat meminimalisir potensi ketidaksesuaian data serta memastikan setiap warga negara yang memenuhi syarat dapat terdaftar sebagai pemilih,” ungkapnya.
Sementara itu, Komisioner Fahrur Rohman menambahkan bahwa keterlibatan aktif petugas coktas menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. “Kolaborasi antara komisioner dan petugas di lapangan sangat penting untuk menghasilkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas,” jelasnya.
Pemutakhiran data secara berkala diharapkan dapat memastikan terpenuhinya hak pilih seluruh warga negara serta mendukung terselenggaranya pemilu yang inklusif dan berintegritas. (pnd/parmas&sdm)