KPU Jakarta Timur Lakukan Coktas untuk Pemutakhiran Data Pemilih di Cilangkap
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jakarta Timur menggelar kegiatan Pencocokan dan Penelitian Terbatas (Coktas) sebagai bagian dari upaya Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (27/8/2025) di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung. Tujuannya adalah untuk memastikan data pemilih yang akurat dan terpercaya guna mendukung proses demokrasi yang transparan, partisipatif, dan berkualitas.
Ketua KPU Kota Jakarta Timur, Tedi Kurnia, bersama dua anggota KPU lainnya, Fahrur Rohman dan Rio Verieza, turun langsung ke lapangan dalam kegiatan ini. Mereka melakukan pendataan dan verifikasi dengan saksama, sebagai bentuk komitmen terhadap kualitas data pemilih. Proses ini juga mendapat pengawasan langsung dari Bawaslu Jakarta Timur, yang diwakili oleh Taufik Hidayatulloh, guna memastikan integritas dan transparansi kegiatan.
Kegiatan Coktas kali ini turut mendapat perhatian dari KPU Provinsi Daerah Khusus Jakarta. Dua anggota komisioner, Fahmi Zikrillah dan Nelvia Gustina, hadir secara langsung untuk memantau jalannya proses. Dalam kesempatan tersebut, Fahmi menekankan pentingnya kegiatan ini untuk mencegah warga kehilangan hak pilih akibat data yang tidak sesuai,
"Banyak temuan di lapangan terkait ketidaksesuaian data pemilih sehingga perlu di update dan diperbarui agar mereka tidak kehilangan hak pilih pada pemilu berikutnya" ungkap Fahmi.
Dengan keterlibatan langsung dari berbagai pihak, pelaksanaan Coktas diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperbaiki kualitas daftar pemilih di Jakarta Timur. Kehadiran komisioner KPU dari tingkat kota hingga provinsi menunjukkan sinergi antar-lembaga dalam menyukseskan tahapan pemilu. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pemutakhiran data pemilih adalah fondasi penting menuju pemilu yang adil dan akuntabel.
KPU Jakarta Timur terus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses ini. Warga diimbau untuk memastikan data mereka sudah tercatat dengan benar dan segera melapor jika terdapat kekeliruan. Dengan partisipasi yang inklusif, diharapkan setiap suara benar-benar terwakili dalam pemilu mendatang, demi mewujudkan demokrasi yang kuat dan berintegritas. (PND/Parmas&SDM)